Menyerang – Bertahan : Lay Up

Spread the love

Latihan kali ini adalah melakukan shooting dengan cara lay-up. Di saat yang sama ada pemain juga bertahan dan melakukan tekanan pada pemain yang akan melakukan lay-up.

Bagaimana Cara kerja Jenis Latihannya
2 baris pemain berdiri di masing-masing ujung lapangan.  Seorang dari tim pemain penyerang mulai terlebih dahulu dan melakukan lari cepat dan harus melakukan Lay up dibawah tekanan pemain tim bertahan.

Tujuan Latihan
Memberikan kesempatan pada pemain untuk mempraktikkan lay-up dibawah tekanan pemain lawa. Latihan ini juga berguna saat dihalangi pemain lawan./

Persiapan
– Dua baris pemain di tiap ujung lapangan


– Pemain tim menyerang mulai terlebih dahulu sambil membawa bola
– Satu pelatih ada di ujung lapangan, untuk memberi apa-apa.

Instruksi Latihan :
1. Pelatih memberi aba-aba pada pemain yang melakukan serangan mulai berjalan beberapa langkah, dibanding pemain bertahan.

Posisi  Saat pemain penyerang bergerak terlebih dahulu.

Posisi ini memberikan keuntungan kepada pemain penyerang seperti situasi fast-break.
2. Dengan aba-aba pemain, pemain menyerang dan bertahan mulai berlari bersama.

3. Tujuan pemain penyerang adalah memasukkan bola ke keranjang dengan posisi lay-up, dan tujuan pemain bertahan adalah
melakukan tekanan lay-up tanpa harus melakukan pelanggaran.
4. Setelah berhasil atau gagal, kedua pemain bergabung di ujung lapangan. Selanjutnya adalah giliran baris kedua.

Giliran baris selanjutnya

Variasi Latihan
– Lakukan permulaan latihan dari sisi lapangan samping (bukan ujung lapangan), sehingga pemain harus melakukan dribble dan membuat lay up dengan tangan kiri mereka.
– Lakukan latihan lebih intens dimana pemain harus melakukan lay-up dalam jumlah tertentu.

Penilaian Pelatih
– Pemain yang menyerang harus mengambil beberapa langkah yang lebih panjang, sebelum melakukan lay-up supaya seimbang, dan melakukan lompatan tinggi pada langkah kedua sebelum melakukan lay-up

– Pemain penyerang harus mengarah sudut yang benar dan tidak boleh menjauhi garis lapangan karena khawatir melakukan kontak badan atau diblok.
– Semua pemain harus melakukan latihan baik sebagai pemain menyerang atau pun bertahan.
– Pemain bertahan jangan lengah. Jika mereka melakukan tekanan, dan berhasil menggagalkan pemain lawan melakukan lay-up, mereka harus menangkap
bola rebound.
– Pemain bertahan harus melakukan usaha terbaik untuk menghindari kontak dan pelanggaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *